Selasa, 21 Maret 2017

Seorang pendeta menemukan berlian 706 karat dan diserahkan kepada negara


Emmanuel Momoh, seorang pendeta di Sierra Leone dilaporkan menemukan sebutir berlian sebesar 706 karat, yang dipercaya paling besar di dunia untuk rekor tahun ini.

Permata itu ditemukan di Kono, wilayah timur negara Afrika itu sekitar 361 kilometer dari ibu kota Freetown. Kantor berita internasional Reuters mengatakan, gambar berlian itu upload pejabat presiden sejak minggu lalu.

Berdasarkan beberapa sumber pemerintah, kini disimpan di bank pusat Sierra Leone setelah seorang pejabat lokal di Kono yang mewakili Momoh menyerahkan berlian tersebut kepada Presiden Ernest Bai Koroma.

Pemerintah Sierra Leone berniat melelang batu permata itu. Dalam satu pernyataan, Karoma mengucapkan terima kasih kepada pejabat setempat ketika tidak mencoba menyelundupkan berlian itu untuk dijual di pasar gelap.

Ini karena sejarah pernah mencatat bahwa berlian telah memicu perang saudara di negara miskin itu, yang berakhir pada 2002 lalu, setelah berhasil menewaskan sekitar 50.000 orang warga sipil tidak berdosa.

Di wilayah timur negara itu, militan pemberontak dilaporkan sering memaksa banyak penduduk lokal untuk menambang bijih batu untuk mendapatkan permata. Dana yang diperoleh itu digunakan untuk pembelian senjata.

Kondisi konflik itu kemudian menciptakan istilah 'berlian darah' ketika banyak terluka atau tewas karena disuruh oleh pemberontak untuk menemukan permata yang dapat dijual untuk kepentingan kelompok bersenjata tersebut.


"Presiden Koroma menggarisbawahi kepentingnya usaha penjualan berlian, karena itu yang diinginkan si penemu permata dan diharap bakal membawa keuntungan bagi bangsa," demikian pernyataan pihak pemerintah.

Batu berukuran raksasa itu belum diketahui harganya secara pasti, namun diyakini nilainya bisa mencapai jutaan dollar Amerika Serikat (AS) berdasarkan catatan penjualan beberapa berlian yang sedemikian rupa sebelumnya.

Pada tahun 2003, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mencabut larangan ekspor berlian dari negara ini di balik kegiatan penyelundupan masih merajalela dan gagal diberantas pemerintah karena kelemahan integritas.

Dana Valuta Internasional (IMF) memperkirakan Sierra Leone mampu mengekspor berlian senilai US $ 113 juta (sekitar Rp1.5 Triliun) sepanjang tahun ini, jumlah relatif kecil dibandingkan negara produsen lain seperti Angola.

Sekalipun ukuran ukuran berlian ini tergolong antara terbesar di dunia, namun penemuan tersebut dianggap masih kecil dibandingkan dengan berlian masyhur, Cullinan yang ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1905 lalu.

Berlian tersebut dicatat memiliki berat 3,106 karat, sebelum dipotong dalam beberapa pecahan kecil. Dua potongan terbesar kemudian menjadi bagian dari batu perhiasan untuk mahkota raja Inggris pada saat itu.

Selain itu, sebutir berlian sebesar 1,111 karat dengan ukuran seperti bola tenis pernah ditemukan di sebuah tambang di Botswana pada 2015, namun gagal dilelang berdasarkan harga pasar di AS tahun lalu.



Gambar: Mynewshub
Load disqus comments

0 comments